ISLAM & KEBUDAYAAN MASYARAKAT JAWA BARAT SERTA SUMATERA BARAT

A. Sumatera Barat

Islam dan Sumatera Barat

Ajaran agama islam terhadap kebudayaan masyarakat Sumatra barat sangat lah besar. Untuk mendapatkan informasi mengenai sumatra barat kami bertemu dengan Pak Herman yang merupakan Guide di Ajungan Sumatra Barat, Taman Mini Indonesia Indah. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, Pengaruh ajaran Agama Islam dalam masyarakat Sumatra Barat Sangay besar, Hal ini bisa dilihat, dalam budaya masyarat Minang Kabau yang berdasarkan Al – Quran atau yang biasa di sebut kittabullah, atau Kitab Allah. Selain ini dalam masyarakat terdapat istilah bersandi sara’ bersandi kitabullah. Selain itu dalam masyarakat Minang Kabau yang mayoritas beragama Islam, jadi bila ada orang Minang yang keluar dari Islam maka otomatis bukan orang minang lagi. Karena Bagi masyarakat Minang Kabau ada istilah bersandi sara’ bersandi kitabullah tadi.

Agama Islam masuk ke daerah Minang Kabau dimulai dari daerah pesisi terlebih dahulu yaitu dari daerah Pariaman, lalu naik ke daerah dataran tinggi hingga sampai ke daerah Minang Kabau. Ajaran Agama Islam ini, sama seperti daerah nusantara yang lain dibawa oleh pada pedagang yang berasal dari jazirah Arab.

Beberapa Hal yang keliru mengenai Kebudayaan Minang Kabau

Dalam masyarakat Minang Kabau Gender perempuan memiliki peranan yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dapat dilihat misalnya dalam garis keturunan yang menganut Matrilineal, yang berdasarkan garis keturunan dari ibu, selain itu adanya anggapan bahwa dalam pernikahan masyarakat Minang, Pihak perempuan lah yang meminang Pihak laki – laki, berbeda dengan masyakat nusantara pada umumnya yang pihak laki – laki yang meminang pihak perempuan, Selanjutnya mengenai pembagian harta warisan yang mana perempuan memiliki bagian lebih besar dari pada pihak laki – laki.

Hal ini akan kita luruskan satu persatu, berdasarkan informasi yang kami dapatkan, untuk yang pertama yaitu mengenai adanya anggapan bahwa dalam pernikahan masyarakat Minang, Pihak perempuan lah yang meminang Pihak laki – laki, atau istilahnya perempuan yang “membeli” laki – laki, berbeda dengan masyakat nusantara pada umumnya yang pihak laki – laki yang meminang pihak perempuan. Hal ini tidaklah benar, menurut Pak Herman yang kami wawancara, ketika orang minang melakukan pernikahan maka pihak perempuan akan memberikan Uang kepada pihak laki – laki sebagai uang antar dari pihak perempuan ke pihak laki – laki, uang ini diberikan berdasarkan pangkat dari laki – laki tersebut,  sehingga makin tinggi pangkat laki – laki tersebut maka makin tinggi pula nilai yang akan diberikan pihak perempuan kepada pihak laki – laki. Uang ini diberikan sebagai modal atau biaya untuk kehidupan dalam pernikahan mereka, jadi misalnya laki – lakinya adalah seorang dokter, maka uang tersebut dapat digunakan untuk membuka Praktek.

Selanjutnya mengenai pembagian harta warisan yang mana perempuan memiliki bagian lebih besar dari pada pihak laki – laki. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan hal tersebut tidak lah benar. Dalam masyarakat Minang Kabau pembagian harta warisan tetaplah berdasarkan syariat Islam. Dalam masyarakat Minang Harta ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu harta pusaka dan juga pusaka rendah. Harta pusaka tidak akan dibagi-bagikan, tetapi diwariskan. Harta pusaka hanya dapat digadaikan tetapi dengan beberapa ketentuan, yaitu:

  1. Ada mayat yang terbujur, jadi bila keluarga tersebut tidak memiliki biaya untuk menguburkannya maka dapat menggunakan harta pusaka itu.
  2. Anak Gadis yang belum menikah
  3. Rumah gadang yang ketirisan, atau bocor atau ambruk, harta itu digunakan untuk biaya perbaikan.

Narasumber : Bpk. Herman

Lokasi: Anjungan Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah

Waktu:  Jum’at, 8 January 2010

B. Jawa Barat

Islam dan Jawa Barat

Berbicara mengenai pengaruh Agama Islam terhadap kebudayaan masyarakat Jawa Barat, pertama kita flashback ke abad 17 dimana ketika itu mayoritas masyarakat Jawa Barat masih beragama Hindu / Budha. Dari informasi yang kami dapatkan Cirebon merupakan daerah yang pertama kali masuknya Islam, dan juga menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat oleh Sultan Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan sunan gunung jati. Dalam penyebaran Agama Islam ini, Sunan Gunung Jati menyesuaikan dengan budaya masyaratkan sekitar, hingga ajaran ini diterima dengan baik oleh masyarakat pada zaman itu. Sehingga lahirlah kebudayaan kolaborasi antara kebudayaan asli masyarakat Jawa Barat dengan kebudayaan Islam. Contohnya adalah dalam kebudayaan, pada masa itu masyarakat menyukai wayang golek, maka dalam setiap pementasan wayang golek disisipkanlah ajaran-ajaran Islam, kemudian dengan alat music gamelan dalam menyanyikan lagu disisipkan pula lafadz-lafadz Allah.

Pengaruh Budaya bangsa  Lainnya terhadap Kebudayaan Jawa Barat.

Selain adanya pengaruh agama Islam terhadap kebudayaan masyarakat Jawa Barat, budaya yang mempengaruhi kebudayaan masyarakat Jawa Barat adalah kebudayaan bangsa Cina. Bahkan Sunan Gunung Jati menikahi wanita Cina yang biasa disebut Puti Ongtin. Contoh adanya pengaruh Kebudayaan Cina terhadap kebudayaan Masyarakat Jawa Barat adalah motif – motif batik di daerah Cirebon, kebanyakan bermotif burung bangau, bamboo-bamboo yang berasal dari Cina, dari segi alat musiknya pun ada alat music yang merupakan pengaruh dari kebudayaan Cina yaitu alat music rebab, alat music ini mungkin merupakan adaptasi dari kebudayaan Cina.

Salah satu hal yang paling mencolok dari perbedaan kebudayaan masyarakat Jawa Barat dengan Sumatra Barat adalah dalam Sumatra Barat dikenal adanya Matrilineal, yaitu sistem keturunan yang berdasarkan keturunan dari ibu. Sedangkan dalam masyarakat Jawa Barat tidak di kenal mengenai marga seperti yang ada di Sumatra Barat, karena masyarakat Jawa Barat bermasyarakat berdasarkan kekeluargaan. Dimana semua orang Jawa Barat bersaudara.

Narasumber : Bpk. Windi

Lokasi: Anjungan Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah

Waktu:  Jum’at, 8 January 2010

Published in: on January 14, 2010 at 2:53 pm  Leave a Comment  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://nevermind86.wordpress.com/2010/01/14/pengaruh-islam-terhadap-kebudayaan-masyarakat-jawa-barat-dan-sumatera-barat/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: